Our History

“Banyak orang berfikir jika bukan saya siapakah yang akan menggantikan para pemimpin saat ini untuk masa depan, tapi pernahkah kita berfikir tentang siapa yang akan menggantikan kita suatu saat nanti? Mereka adalah anak-anak Indonesia yang mungkin sekarang saja bahkan kita tak peduli dengan kondisi dan nasib mereka…”

Swayanaka didirikan atas sebuah kesenjangan yang ada dimana permasalahan anak di negeri ini yang kian memprihatinkan. Dan oleh karenanya Swayanaka mengambil peran strategisnya untuk bisa berkontribusi demi anak-anak Indonesia yang lebih baik.

Sedikit melihat kebelakang mengenai sejarah Swayanaka, Swayanaka berdiri tahun 70 an yang saat itu dirintis oleh mahasiswa kedokteran UNAIR Surabaya. Pendirinya adalah Dr Noorwati Sp.PD K-HOM yang sekarang menjadi salah satu dosen di FK UI, beberapa pelopor lain seperti Dr Sundari Manoppo, Dr Maya S Saleh, Pak Haryo Dhanardono, Bu Endang Hamzah, Dr Anita Sp.RM, Dr Sjahjenny Sp.PA, Dr Erwin Ramawan Sp.OT, Drg Satiti Kuntari Pranawa, Dr Indirawati Sp.Rad, Dr Sasongko Sp.A, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Swayanaka yang dulu awalnya digagas oleh mahasiswa FK UNAIR lalu kemudian menyebar melintasi berbagai disiplin ilmu mulai dari suarabaya yaitu mahasiswa FISIP, FKG, FE, mhs ITS, ITATS, UBAYA, ITN Malang, dll. Swayanaka didirikan dengan semangat akan kecintaan dan kepedulian akan masa depan anak Indonesia lebih baik. Banyaknya kegiatan yang dilakukan saat itu serta banyaknya elemen pendukung salah satunya Prof. Moersintowarti B N Sp.A(K) sebagai pembina saat itu menjadikan Swayanaka menjadi sebuah organisasi yang besar dan berperan penting dalam memperbaiki kondisi anak saat itu. Diantara banyak hasil yang dicapai diantaranya didirikannya sekolah-sekolah anak-anak, advokasi permasalahan anak ke pemerintah, dan masih banyak hal yang lain.

Saat ini sudah puluhan tahun berlalu dan permasalahan anak yang ada pun bukannya bertambah surut melainkan bak gunung es yang menyimpan muatan yang besar tak terhingga. Swayanaka yang dulunya besar dirasa mengalami kevakuman selama bertahun-tahun. Saat ini Swayanaka Indonesia yang saat ini juga diinisiasi oleh mahasiswa FK UNAIR mencoba untuk me”revitalisasi” Swayanaka agar relevan dengan kebutuhan akan solusi untuk anak-anak Indonesia saat ini.

Terlahir dari sebuah “ketidaksengajaan” tahun 2010 lalu (awalnya dari kuliah Prof.Sinto mengenai tumbuh kembang anak), Swayanaka mencoba kembali bangkit untuk menyusun kembali asa dan harapan yang dulu hampir padam. Dengan mendapat motivasi dari Guru besar Ilmu anak dan dukungan semangat dari seluruh senior, maka Swayanaka meng”azzam”kan dirinya untuk kembali mengambil perannya, memberikan kontribusi untuk anak-anak Indonesia, demi Indonesia yang lebih baik dan bermartabat di masa depan.

Terinspirasi dari Gerakan Indonesia Mengajar yang digagas oleh Anis Baswedan, Swayanaka juga ingin menularkan semangatnya untuk anak-anak Indonesia. Mengingat peran mahasiswa adalah sebagai iron stock, moral force, dan agent of change maka sudah merupakan kewajiban bagi kita untuk memberikan dan berbagi sedikit nikmat dariNya untuk anak-anak Indonesia. Hingga suatu saat nanti kita bisa dengan bangga berkata “Saya sudah berbuat sesuatu untuk kebaikan negeri ini”.

Visi utama swayanaka adalah perbaikan dalam proses tumbuh kembang anak. Dalam salah satu program swayanaka yang kami susun ada program untuk pembinaan anak-anak sekolah dasar dan anak-anak remaja utamanya dalam bidang kesehatan. Banyak program baik yang berkelanjutan maupun insidental yang kita susun, tetapi masih butuh banyak penyempurnaan didalamnya.

Menjadi anggota Swayanaka khususnya bagi saya pribadi adalah panggilan hati untuk menjadi seseorang yang spesial. Bagi saya, menjadi pekerja sosial adalah sebuah kewajiban dan tanggung jawab, karena selama ini saya banyak hidup dan dibiayai dari dana-dana sosial seperti beasiswa PPSDMS Nurul Fikri, beasiswa PPA-BBM, supersemar, beasiswa IKOMA, dan beasiswa BUMN. Dan saya yakin semuanya juga sama, merasakan banyaknya anugerah dalam hidup ini yang kadang lupa untuk kita syukuri. Dan yakinlah bahwa “Banyaknya lika-liku, suka dan duka dalam perjuangan kehidupan kita akan menjadi warna-warni dalam lukisan indah kesuksesan hidup kita”.

Time is short. We must seize this historic moment to act responsibly and decisively for the common good.”

Salam ANAK Indonesia

Ketua IV Yayasan Swayanaka Indonesia

Achmad Kurniawan