Online Activation Event (Webinar Parenting)

Seminar Parenting dilaksanakan dalam bentuk seminar online atau webinar melalui aplikasi zoom. Pada dasarnya Seminar ini sama seperti seminar pada umumnya hanya saja yang membedakannya adalah seminar dilaksanakan di tempat masing-masing dengan catatan MC, pemateri dan peserta menggunakan media laptop / gadget sebagai medianya. Dalam pelaksananannya, seminar dipandu dengan 1 orang MC, 2 Pemateri dan diikuti oleh peserta seminar. 15 menit pertama seminar ini mempromosikan tentang campaign, challege kami, dan Happinnes Festival, lalu dilanjutkan talk show dengan ke-2 pemateri selama 45 menit, setelah materi di jelaskan, diteruskan dengan tanya jawab dengan peserta, dalam sesi tanya jawab peserta dapat mengajukan pertanyaan melalui kolom komentar yg tersedia di aplikasi Zoom, lalu MC akan mempersilahkan penanya untuk bertanya, sesi ini berlangsung selama 45 menit, sebelum akhirnya 15 menit terakhir ditutup dengan sesi foto bersama dan mempromosikan kembali challege kami, Campaign dan Happiness Festival.

Seminar parenting ini didasari karena sistem belajar di rumah yang dilaksanakan oleh pemerintah masih banyak kekurangan, diantaranya tidak adanya perhitungan akan banyaknya siswa-siswa di daerah yang masih belum memiliki teknologi HP Android dan juga guru-guru yang masih belum bisa menggunakan aplikasi-aplikasi yang mendukung proses belajar di rumah, sehingga banyak sekali guru-guru di daerah yang merasa kesulitan untuk memberikan materi pengajaran kepada anak-anaknya.

Banyak hal yang harus didukung untuk melaksanakan sistem ini bagi sekolah-sekolah di daerah, mungkin di kota-kota sistem ini sudah berjalan bahkan jauh sebelum adanya pandemi corona, siswa yang memang sudah menggunakan laptop sebagai media pembelajaran yang digunakan sekolah, namun lain halnya bagi orang-orang di daerah mereka sangat kesulitan dan sangat tidak terbiasa dengan sistem ini.  Selain dari guru kita juga dapat melihat lagi sisi orang tua murid yang mana sangat merasa bahwa sistem ini memberatkan mereka dari segi kuota dan juga aplikasi-aplikasi yang digunakan dirasa sulit untuk dipahami. Sedangkan dari sisi siswa sendiri mereka juga merasakan bahwa belajar dari rumah ini lebih berat daripada belajar di sekolah karena tugas yang diberikan jauh lebih banyak dan terkadang sulit untuk mereka pahami sementara untuk bertanya mereka pun tetap merasa sulit memahami karena tidak bisa langsung tatap muka.

Oleh karena itu kesiapan sekolah, siswa dan orang tua murid menjadi kunci penting untuk pelaksanaan sistem ini, banyak opsi memang yang ada dan bisa digunakan namun banyak pertimbangan juga yang harus dipertimbangkan, seperti yang kita ketahui tidak semua sekolah memiliki fasilitas yang sama dan masih belum adanya pemerataan sarana di setiap daerah di Indonesia.

By: Putri Alifia Y